Kopi Ninety Plus

KENAPA PARA JUARA SERING MENGGUNAKAN KOPI NINETY PLUS

Sumber: Majalah Otten Coffee
Penulis: YULIN MASDAKATY

Saking seringnya, kopi ini seolah garansi yang menyatakan bahwa “kalau ingin Juara, pakailah Ninety Plus.”

SEJAK Stefanos Domatiotis dari Yunani memenangkan World Brewers Cup tahun 2014 lalu (sekaligus menjadi “Juara Ninety Plus” pertama), bisa dikatakan, sejak itulah ia memulai tren ini. Waktu itu Stefanos menggunakan biji kopi Geisha dari Ninety Plus yang serta merta ikut mengenalkan tentang company ini pula kepada publik. Setelah kemenangan Stefanos, berturut-turut semakin banyak Juara kompetisi kopi dunia yang mengikuti jejaknya. Sebut saja misalnya Odd-Steinar Tøllefsen, Juara World Brewers Cup 2015 dari Norwegia yang menggunakan biji kopi Nekisse – Ethiopia.

Sekadar mengingatkan kembali, di kompetisi World Brewers Cup 2016 ada Tetsu Kasuya dari Jepang (Juara pertama) yang menggunakan Panama Silvia, Chad Wang (Juara ketiga) yang memakai Gesha dan Odd-Steinar Tøllefsen (posisi keenam) yang kembali lagi di kompetisi yang sama tahun ini.

Di kejuaraan World Barista Championship 2016 sendiri ada Yoshikazu Iwase dari Jepang (Juara kedua) dan Ben Put dari Kanada (Juara ketiga) yang juga menggunakan biji kopi Ninety Plus. Tidak ketinggalan menyebut Michalis Dimitrakopoulos (Juara World Coffee in Good Spirits 2016yang memakai Heirloom Tchembe natural dari company yang sama sebagai salah satu campuran kemenangannya.

Kesimpulannya, setidaknya dua dari Tiga Besar kejuaraan-kejuaraan dunia tahun ini semuanya menggunakan biji kopi Ninety Plus. Sungguh hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lalu pertanyaan selanjutnya tentu saja: kenapa? Ada apa memangnya dengan biji kopi ini sampai sedemikian dahsyatnya mengantarkan para finalis pada kemenangan global mereka? Oke, mari kita coba ulik satu demi satu alasannya.

1. Karakter dan catatan rasa jawara

Menurut saya siapapun akan setuju jika kopi-kopi Ninety Plus disebut memiliki karakter dan rasa yang nikmatnya menakjubkan. Jika ada yang mengatakan rasanya sama saja berarti belum pernah mengecap kopi Ninety Plus, jujur saja. Lol. Kopi-kopi Ninety Plus umumnya memiliki karakter khas yaitu tingkat sweetness dan fruity yang lebih menonjol. Odd-Steinar menjelaskan bahwa kopi Nekisse yang dibawanya saat Kejuaraan Brewers Cup tahun lalu terasa sweet, fruity, clean dan elegant. Sementara Tetsu mengungkapkan bahwa kopi Panama Silvia-nya memiliki sweetness yang tinggi dan super clean di saat bersamaan.

2. Proses penanaman dan pengolahan kopi yang dilakukan dengan begitu detail

Ninety Plus memiliki dua wilayah khusus untuk menanam pohon-pohon kopi mereka yaitu di Ethiopia dan Panama. Di masing-masing negara ini, mereka mempunyai berbagai perkebunan kopi tersendiri pula dimana setiap pohon kopinya betul-betul dirawat dengan kesungguhan hati. Pohon-pohon kopi Ninety Plus umumnya ditanam dibawah tumbuhan pelindung (shade-grown coffee) yang kebanyakan berbatasan dengan hutan tropis atau hutan liar. Kondisi seperti ini biasanya memiliki rentang variabel yang sangat baik untuk pohon kopi seperti komposisi mineral alami tanah, kualitas kandungan air di bawah tanah, curah hujan, ketinggian wilayah, sinar matahari yang cukup (dan tidak langsung mengenai tanaman) dan sebagainya. Kondisi-kondisi seperti inilah yang dianggap sangat ideal bagi pertumbuhan pohon kopi, juga menghasilkan cherry kopi terbaik.

Setelah itu, proses pengolahan kopi dari Ninety Plus pun dilakukan dengan benar-benar memerhatikan standar kualitas. Pada masa panen, cherry kopi yang dipetik hanya yang benar-benar telah matang dan berwarna merah sempurna. Begitu juga dengan proses lanjutannya, entah proses natural sampai proses basah. Semuanya dilakukan dengan begitu spesifik.

Dengan segala rangkaian proses yang sangat detail dan terperinci ini, tidak heran jika kopi-kopi yang dihasilkannya pun mengeluarkan karakter jawara.

3. Dedikasi yang tinggi dari produsennya

Jika berbicara tentang industri kopi, maka kita pun tidak boleh menutup mata dan mengakui bahwa industri ini pada dasarnya tidak lepas dari faktor ekonomi dan segi untung-rugi. Namun Joseph Brodsky, pemilik company ini, sepertinya tidak mengejar itu sebagai tujuan utama perusahaannya. Pohon-pohon kopi yang mereka tanam sengaja ditumbuhkan di bawah pohon-pohon pelindung—yang umumnya ikut mereka tanam juga—sebagai bagian dari usaha mereka menjaga keseimbangan ekosistem dan alam.

Para petani lokal pun diperhatikan kesejahteraannya berikut proses fair trade yang turut mereka dukung. Di sebuah artikel, Joseph mengatakan bahwa sejak 11 tahun lalu, jauh sebelum kopi-kopi Ninety Plus kini dikenal sebagai “kopi para Juara” dan ketika ia masih mengerjakan bisnis roasting milik keluarganya Novo Coffee of Denver, ia sudah terlebih dulu jatuh hati kepada kopi-kopi Ethiopia. Yang kemudian membuatnya mengusahakan kopi-kopi ini dengan sepenuh hati. Tetsu, di artikel berbeda juga pernah mengatakan bahwa salah satu alasannya memilih kopi Ninety Plus—selain karena karakternya yang memang luar biasa, adalah karena ia telah melihat kesungguhan dan dedikasi Joseph yang tinggi terhadap kopi. Dan ia ingin menghargai itu.

Selamat minum kopi! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *